Sang Maha Pencipta


Ramadhan..
Bulan yang penuh Rahmat..
Bulan yang suci..
Dan bulan yang bertaburan pahala…

Untuk kesekian kalinya saya bersyukur masih dapat dipertemukan dengan bulan ini..
Oleh karena itu, izinkan saya untuk mengirimkan sebait pinta seorang hamba kepada Sang Khalik..

Ya Rabb, di bulan penuh nikmat ini..
Limpahkan Rahmat-Mu kepada kami…
Bantu kami men-sucikan kembali diri kami yang berlumur dosa..
Dan karuniakanlah pahala yang berlipat atas semua amalan kami..

Amin Ya Robbal Alamin…

Menangis aku dalam diamku
Termenung aku dalam tawaku
Ya Rabb..tetap peluk aku dan jaga aku
Karena saat-saat seperti itu adalah saat aku merasa jauh dariMu..
Jangan biarkan aku merasakan itu..
Jangan biarkan aku jauh dariMu..
Karena hanya Engkaulah Sang Penjagaku..
Sang Penjaga yang tak mengenal lelah meski terkadang aku alpha kepadaMu..

Sang Penjaga, tolong tetap jaga cintaku ini untukMu agar aku tetap terjaga dari ke-alpha-an ku…

Saat azan berkumandang kubentangkan kain sajadah itu

Di atas sajadah itu tempatku mengadu padaMu
Di atas sajadah itu tempatku mengabdi padaMu dalam solatku
Di atas sajadah itu tempatku memohon maaf padaMu
Di atas sajadah itu tempatku bersujud mengucap syukur atas semua Rahmat-Mu
Di atas sajadah itu tempatku meluapkan semua doa-doaku padaMu
Bahkan sajadah itu pulalah yang menjadi saksi saat aku menangis menyampaikan rinduku pada-Mu

Ya Allah semoga sajadahku tidak hanya sebatas kain yang terbentang di hadapanku ini
Ya Allah tolong bantu aku menjadikan perjalanan panjang hidupku ini selalu sebagai sajadahku

Agar aku bisa terus selalu mengadu padaMu
Agar aku bisa terus selalu mengabdi padaMu
Agar aku bisa terus selalu meminta maafMu
Agar aku bisa terus selalu mengucap syukur padaMu
Agar aku bisa terus selalu mengucapkan doa-doaku padaMu
Dan agar aku bisa terus selalu menyampaikan salam rinduku padaMu
Tanpa harus menunggu azan berkumandang dan membentangkan kain sajadah ini kembali

Iya aku mencintaimu

Aku mencintaimu karena kau selalu bisa membawa tawa itu dalam tangisku

Aku mencintaimu ketika kau menegurku dalam khilafku

Aku mencintaimu karena warna warni itu telah kau gambarkan di hidupku

Aku mencintaimu ketika kita bisa membagi kebahagiaan ini bersama orang-orang di sekitar kita

Aku mencintaimu karena saat ku terjatuh, uluran tanganmu itu selalu ada untukku

Aku mencintaimu ketika aku bisa menjadi apa adanya di hadapanmu

Dan iya aku mencintai persaudaraan kita ini karena Allah

P.S: Untuk semua sahabatku..

Doaku untuknya hari ini ..

Ya Tuhan biarkan ia mendapatkan sinar yang sempurna dari sang matahari di pagi ini
Agar ia bisa membagi sinar itu bersama orang-orang yang berada di sekitarnya

Ya Tuhan bahagiakan dia
Karena senyuman di wajahnya itu cukup bisa membuatku ikut tersenyum hari ini

Ya Tuhan hilangkan semua lelah dan penatnya
Jika lelah itu masih tersisa, tolong bagi lelahnya itu denganku agar aku bisa tetap berbagi walau dalam lelahnya

Dan yang terakhir …

Ya Tuhan tolong jaga hatinya dan hatiku
Agar cinta kami tidak melebihi cintaku dan cintanya kepadaMu

Pensil dan penghapus itu sudah tergeletak di atas mejaku

Kuambil sebuah kertas kosong, kemudian dengan pensil itu aku mulai menuliskan

Agustus 2006 — Lulus UAN
September 2006 — Kuliah di UNB
Maret 2007 — Menjadi mahasiswa terbaik di semester pertama

….

Impian-impian dan rencana-rencana hidupku mulai kutuliskan disana
Mungkin kertas ini nantinya akan disebut “Peta Hidupku”

Usai menulis semuanya, kutempel di dinding dekat meja belajarku

Aku berharap dengan kutuliskan semua itu, akan membangkitkan semangatku untuk berusaha mencapai apa yang telah aku rencanakan

Semuanya benar..
Setiap kali aku duduk di meja belajar, aku melihat kertas itu
Semangatku terbakar, meski tak jarang juga semangatku menurun saat ternyata apa yang terjadi di hidupku tak persis seperti apa yang aku cantumkan disana
Tapi aku slalu meyakinkan diriku kembali dengan berkata dalam hati,”Aku sudah berencana dan aku sudah berusaha”

Kita memang mempunyai pensil dan penghapus untuk menuliskan rencana-rencana kita
Tapi bukan hanya kita sendiri yang memiliki pensil dan penghapus itu
Tuhan pun mempunyai pensil dan penghapus-Nya sendiri
Ketika Tuhan menggunakan penghapus-Nya untuk menghapus rencana kita, pasti Ia akan menggunakan pensil-Nya untuk menuliskan kembali rencana yang lebih indah dari-Nya

Karena Tuhan tau apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan

ps:inspired by cetingan dr Dinni …=)

“Quality time with my friends…Sharing time!!”
Status facebook dan twitterku 2 minggu yang lalu

“Quality time with my family..Love it a lot!!”
Dan ini status facebook dan twitterku pada long weekend ini

“Time to job now!!Ayo konsentrasi!!”
Kalo yang ini pasti jadi status di ym ku setiap harinya

Aku senang menghabiskan banyak waktu dengan teman-temanku
Bercerita tentang segalanya..
Tertawa..
Menangis..
Itu hal yang sering kulakukan bersama mereka

Berlibur bersama keluargaku juga tidak kalah menyenangkannya
Rasanya waktu terasa berlalu begitu cepat ketika berkumpul bersama mereka
Meski terkadang terjadi pertengkaran kecil antara aku dan adikku, tapi itu tetap menjadi hal yang menyenangkan

Bekerja?
Ya ini rutinitasku
Aku menghabiskan waktuku senin-jumat dengan bekerja maksimal untuk mendapatkan prestasi yang maksimal pula
Hampir 8 jam aku duduk di depan komputer mengerjakan segalanya

Tidak ada yang salah dengan semua itu kok
Keluarga memang penting untuk kita, mereka yang mendidik dan membimbing kita dan kita memang harus menyisihkan waktu kita untuk mereka
Teman juga gak kalah penting, mereka tempat kita berbagi juga dan pasti kita juga banyak menghabiskan waktu bersama mereka
Rutinitas kitapun yang mengisi kehidupan kita sehari-hari, bahkan kita memang diwajibkan untuk bekerja keras mencapai asa kita

Hanya satu hal yang membuatku termenung
Kapan aku pernah membuat “Quality Time With My God?”
Dengan Allah
Dengan Sang Maha Pencipta
Dengan Sang Maha Pemberi
Yang telah memberikan aku banyak waktu

Waktu untuk mengerjakan rutinitasku,
Waktu untuk bermain bersama teman-temanku,
Dan juga waktu untuk berkumpul bersama keluargaku

Ia Sang Maha Pemberi
Pemberi semua Quality Time ini
Ia yang memberi banyak waktu untukku,
tapi kubalas dengan hanya memberi sedikit waktu untuk-Nya

Berapa waktu yang sudah dia beri padaku?
Dalam satuan tahun?bulan?hari?jam?bahkan detik?
Aku tak sanggup menghitungnya

Tapi waktu yang kuberikan padanya?
Bahkan anak kecil yang sedang belajar berhitung pun bisa membantuku untuk menghitungnya
Terlalu sedikit..

Aku menghabiskan waktu denganMu ketika aku dalam masalah
Aku menghabiskan waktu denganMu ketika dalam solatku
Aku menghabiskan sedikit waktu denganMu untuk menyebutkan banyak pintaku padaMu
Bahkan terkadang aku menghabiskan waktu denganMu dengan terburu-buru dikejar oleh rutinitasku

“Sang Maha Pemberi,aku tidak tahu ini sudah terlambat atau belum..tapi tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik..Jika waktuku masih banyak di depan sana..Aku akan berusaha untuk menyisihkan waktuku lebih banyak untuk-Mu..sehingga hidupku tidak hanya dipenuhi quality time dengan keluargaku, temanku atau dengan rutinitasku saja..Aku akan mulai lebih sering memasukkan status baru dalam hidupku, yaitu “Quality Time dengan Sang Maha Pemberi”

Laman Berikutnya »