OOC (Out Of Category)


Boleh aku mengucap kata rindu ini untukmu?Rindu yang sudah sejak lama ingin kuungkapkan. Rindu yang mungkin sudah menahun. Rindu sejak kita tak pernah berbagi cerita. Dan bahkan rindu pada tawa ringanmu setiapkali kamu menyapaku dengan panggilan yang berubah-ubah setiap harinya.

Aku Rindu Kamu!

Susunan kata ini pernah sulit kuucapkan ketika aku dulu masih menyusun kata cinta untukmu. Ketika hatiku ini masih dipenuhi oleh namamu dan ketika bayangmupun selalu hadir dalam lelap tidurku.

Hingga akhirnya kamu sendiri yang menghapus semuanya. Kamu menghapusnya ketika aku belum selesai menyusun untaian kata cinta itu untukmu. Bahkan sebelum kita mencoba merangkai kata itu bersama.

Aku akui tak semudah itu aku menghapus semuanya. Mungkin lebih tepatnya tak semudah kamu yang menghapuskanku. Dan tak semudah itu pula aku mendefinisikan arti kata rindu ini.

Kemudian datang dia, yang perlahan mengajarkanku menyusun kembali kata cinta itu. Ternyata lisanku bahkan hatikupun tak dapat menolaknya. Dia tak hanya membantuku menyusun kata itu saja, tapi iapun membantuku mendefinisikan kembali kata rindu ini. Satu kata dengan arti yang berbeda saat kuucapkan untukmu dan untuknya.

Sekarang setelah aku dapat mendefinisikan rindu ini maka akan kuungkapkan kata ini padamu tanpa ragu..

Aku Rindu Kamu!
Untaian kata yang sama dengan getaran rasa yang berbeda

Bulan telah usai temani malam

Saatnya matahari kembali bersanding di langit

Memberi sinaran setelah gelapnya malam

Menebarkan kehangatan usai dinginnya malam

Menciptakan kembali keramaian setelah sepinya malam

Menghiasi langit dengan cahaya terindahnya

Kemudian membuka kembali hari baruku tanpa dirimu

Gelap, dingin dan sepi masih kurasa tanpamu

Kini di hadapan matahari pagi aku kembali bertanya,

“Kapan pagiku akan datang kembali menyapaku?”

Iya aku mencintaimu

Aku mencintaimu karena kau selalu bisa membawa tawa itu dalam tangisku

Aku mencintaimu ketika kau menegurku dalam khilafku

Aku mencintaimu karena warna warni itu telah kau gambarkan di hidupku

Aku mencintaimu ketika kita bisa membagi kebahagiaan ini bersama orang-orang di sekitar kita

Aku mencintaimu karena saat ku terjatuh, uluran tanganmu itu selalu ada untukku

Aku mencintaimu ketika aku bisa menjadi apa adanya di hadapanmu

Dan iya aku mencintai persaudaraan kita ini karena Allah

P.S: Untuk semua sahabatku..

Setiap pagi..

Suara itu selalu terdengar

Suara derap langkah seorang lelaki di depan rumahku

Langkahnya terdengar pelan dan berhenti tepat di depan rumahku

“Krieettt…”, terdengar bunyi lempengan besi yang dibuka

Disitu ia melakukan rutinitas pekerjaannya

Di tengah kesibukannya melakukan pekerjaan itu terkadang aku menyapanya dan dia slalu menyambutnya dengan senyuman

Senyum ramah dan tulus di mukanya itulah yang slalu membuat pertanyaan ini selalu berputar di kepalaku

“Apakah hari ini aku dapat tersenyum tulus seperti itu?”

Pertanyaan yang slalu muncul setiap pagi

Usai melaksanakan pekerjaannya ia kembali menutup besi itu dan berpamitan denganku dengan senyuman tulusnya

Ia kembali mengangkat karung yang telah berisikan tumpukan sampah itu

Langkahnya pun perlahan mulai menjauh

Senyuman tulus itu yang membuat seakan ia tidak mempunyai beban hidup
Senyuman tulus itu yang membuat karung yang ia gendong itu tidak terlihat berat sama sekali
Senyuman tulus itu yang membuat ia terlihat menikmati hidupnya meskipun ia hanya seorang pemulung sampah

Sudahkah kita mencoba tersenyum tulus dan mencoba menghargai semua apa yang kita miliki hari ini seperti apa yang sudah lelaki itu lakukan setiap hari?

Lelaki itu,

Ia selalu meninggalkan segurat warna di pagi hari dengan senyumannya yang tulus itu

P.S :Makasiy bwat RAFITUN yang menyumbangkan gambarnya..=)

Tangannya yang kuat itu..

Dulu selalu menjagaku agar aku tidak terjatuh

Derap kaki itu..

Dulu yang selalu kunantikan di pintu depan rumahku

Engkau pulang dengan badan yang letih setelah  berjuang seharian

Namun kau tetap terlihat gagah di mataku

Anggukannya itu ..

Pertanda kau mengiyakan semua inginku

Semuanya, semua inginku tanpa kecuali yang kau penuhi

Agar kau bisa membuatku tersenyum senang

Pelukan itu ..

Membuatku merasa tenang saat aku merasa ketakutan

Dan semua sikapnya itulah sekarang yang membuatku tertunduk malu disini..

(lebih…)

Anda merasa ..

Sedih?

Bosan?

Mood jelek?

Merana?

Meratap?

Mari kita coba minum pil ini

(lebih…)

Seperti biasa..pagi ini kau terlelap tidur di sampingku..

Sebelum bersiap-siap untuk memulai aktivitas hari ini..
Kusempatkan diriku untuk menatapmu yang tertidur pulas dan membelaimu …

Bahkan sebelum ku pergi pun,
ketika aku melihatmu masih tertidur pulas,
Aku selalu menyiapkan sarapan untukmu…

Dan hari-hariku pun berjalan seperti biasanya dari pagi sampai sore tanpa ada kau di sisiku…

Kemudian setiap aku pulang kembali ke rumah,
kau slalu menyambutku dengan suara khasmu …

Setelah seharian bekerja..
Melihat tingkahmupun malam ini cukup bisa membuatku tertawa…

Kau slalu mengajakku bermain..
Meski terkadang aku merasa lelah..
tapi bermain bersamamu bisa membuatku melupakan lelah itu …

(lebih…)

Laman Berikutnya »