Love..Love..Love..


Jika dulu dalam tawamu slalu ada aku di ceriamu,saat ini aku bertanya “apa dalam tawamu itu masih ada aku?”

Lalu dulu dalam tangisku akan slalu ada kamu disampingku,saat ini akupun bertanya “saat ini aku menangis,tp kamu dimana?knapa di sampingku tak ada kamu?”

Berulangkali aku melakukan kesalahan dan sebanyak aku mengulang kesalahan itulah kamu memaafkan aku,saat ini aku kembali ingin bertanya”pintu maaf itu masih terbuka kah untukku?”

Kusampaikan semua pertanyaan ini padamu tp kamu hanya terdiam

“Apakah lisanmupun tak mau mengucap apapun kepadaku?”

Jika dalam tawa itu bukan ada aku,
Jika dalam sedihku kamu tak di sampingku,
Jika pintu maaf itu sudah tertutup,
Dan bahkan jika lisanmupun tak sanggup mengucapkan apapun kepadaku, maka izinkan aku bertanya kepadamu…

“Apakah masih ada yang tersisa dalam kita?”

 

Terdiam aku dalam senyapku dan ingin rasanya aku menjerit

Terpaku aku dalam lamunanku membayangkan tentang kita

 

Sekarang gambaran tentang kita itu mulai kabur dan tak jelas

Kini aku tak dapat mendefinisikan lagi siapa kita itu

Apakah aku dan dia ataukah aku dan kamu?

 

Kamu ataupun dia tak pernah tahu bagaimana aku disini

 

Senyum itu selalu terukir di wajahku, tapi apa kalian pikir hatiku terus tersenyum?

Tidak, terkadang hatiku menjerit karena aku menyakiti orang lain

 

Tawa itu slalu terdengar di hari-hariku, tapi apa kalian pikir tawa itu selalu tawa bahagia?

Tidak selalu, terkadang aku harus berbohong dengan mengeluarkan jurus tawa palsuku

 

Aku bukan mencoba menjadi orang yang munafik,

Tapi aku hanya mencoba menyimpan semuanya sendiri karena tak semua orang mengerti ini

 

Biarkan aku dalam diamku

Biarkan aku dalam khayalku

Biarkan aku dalam tangisku

Biarkan aku dalam tawaku

Dan aku akan tetap berusaha berjalan tegak ke depan

Sembari menanti ketetapan dan kemudahan untuk mendapatkan yang terbaik dari-Nya..

 

Bisa kamu bantu aku mendefinisikan rasa ini?

Aku akan mencoba menjelaskan sedikit yang bisa aku jelaskan tentang rasa ini

 

Senang,

Saat senyum itu terukir di wajahmu

Saat tawa itu menghiasi wajahmu

Iya akupun ikut merasa senang

 

Sakit,

Saat raut mukamu berubah menjadi sendu

Dan saat sinar di matamu memudar

Dan akupun ikut merasakan sakit itu

 

Peduli,

Bahkan ketika kamu tidak mempedulikanku, aku akan tetap memiliki rasa ini untukmu

 

Takut,

Dan aku sangat takut ketika kamu tiba-tiba akan meninggalkanku dengan semua definisi rasa yang kurasa ini untukmu

 

Apa kamu sudah menemukan jawaban tentang rasaku ini?

Jika sudah, cukup simpan saja jawabanmu itu dalam hati

Karena aku hanya ingin menyampaikan semua ini kepada sang pemilik rasaku ini

Boleh aku menggenggam tanganmu?
Kamu terdiam dan menepis tanganku

Boleh aku meminta sedikit senyum itu untuk kau bagi denganku?
Kamu menatapku dan kemudian tersenyum pada kami, bukan hanya padaku

Boleh aku meminta kamu tetap disini saat aku membutuhkanmu?
Kamu terdiam sejenak lalu perlahan meninggalkanku

Mungkin bukan tanganmu yang akan menggenggam tanganku
Senyummu itupun memang akan kau bagi denganku tapi senyum itu bukan senyum yang hanya kau bagi denganku
Lalu saat perlahan kau meninggalkanku akupun mulai tersadar
Mungkin sudah saatnya aku menghapus rasa ini perlahan
Rasaku untukmu yang tak akan pernah bisa tersampaikan

Air mata ini kembali jatuh seperti aku yang kembali terjatuh disini
Jika aku boleh berharap, aku berharap setiap bulir air mataku yang terjatuh ini pun perlahan meruntuhkan semua rasaku ini
Hingga akhirnya ketika aku berhenti menangis nanti, akupun berhenti memiliki rasa ini untukmu

Rasa yang menyesakkan dada
Rasa yang membuatku melambung saat kamu menyapaku
Rasa yang membuatku meninggi saat kamu menanyakan kabarku
Dan rasa yang seketika menjatuhkanku saat aku tersadar bahwa kamu hanyalah semu dalam mimpiku saja karena telah ada ia dalam nyata hidupku

Aku yang terus berdiri disini

Aku terus menjaganya

Aku terus mempertahankan semuanya

Dari sini aku melihatmu

Kamupun berdiri disana

Kamupun menjaganya

Tapi terkadang kamu lengah

Terkadang kamu mengabaikannya

Bahkan terkadang kamu sempat berpaling

Kamu sempat berpaling ketika ada yang menarik di luar sana

Dan apa kamu tau?

Ketika kamu mengabaikannya, aku sempat terjatuh, aku terluka

Aku tak dapat mempertahankan ini semua sendirian, aku butuh kamu

Jika dulu kamu pernah sempat berpaling maka sekarang aku meminta izinmu

Tidak..aku tidak akan berpaling

Aku hanya butuh waktu sejenak untuk beristirahat

Aku hanya butuh tangan yang tetap menggenggamku ketika aku berfikir aku akan meninggalkan semua

Dan sekarang aku hanya butuh pundak untuk tempatku menangis

Tolong izinkan aku beristirahat sejenak

Aku lelah dengan semuanya

Dan mungkin ini waktu yang tepat untuk membuktikan apakah kamu akan tetap berdiri dan menjaga apa yang mereka sebut “KITA” ketika aku lelah akan semuanya

Jangan paksa aku untuk menunjukkan wajahku sekarang

Jangan paksa aku untuk berbicara denganmu sekarang

Jangan paksa aku untuk memberikan hatiku untukmu sekarang

Karena

Sekarang wajahku ini terlalu sembab untuk kau lihat
Wajahku terlalu banyak disentuh oleh airmata perih itu semalam

Sekarang suaraku ini terlalu parau untuk kau dengar
Pita suaraku terlalu lelah bekerja keras mengiringi tangisanku semalam

Sekarang hatikupun sedang dihiasi banyak luka
Dan ini karenamu yang lagi-lagi lengah menjaga hatiku

Jadi sekarang biarkan aku bersembunyi disini menyembunyikan wajah, suara dan hatiku

Aku ingin perihku ini tak terlihat, tak terdengar bahkan tak terasa olehmu

Karena aku khawatir, ketika kamu melihat ini aku takut kamupun akan ikut terluka karena perihku ini

Laman Berikutnya »