Kusapu debu  di kaca dari bingkai foto itu
Dan perlahan foto di baliknyapun mulai tampak meski sudah usang dimakan waktu
Kemudian aku tiba-tiba meneteskan air mata
Mungkin ini air mata rindu yang terjatuh saat melihat foto itu

Senyuman yang tak pernah berubah,
Senyuman itu yang selalu dihadirkan setiap waktu di hadapanku
Meski terkadang aku menolak pintanya
Meski terkadang masalah menaunginya
Tapi senyum itu tetap diberikannya padaku

Pelukan hangat itupun selalu ada,
Pelukan hangat yang menjagaku saat aku merasakan dinginnya dunia
Pelukan hangat yang selalu setia menyambutku setiap kali bertemu
Dan pelukan hangat yang menenangkanku saat aku terlelap dalam sedihku

Apa kalian bertanya-tanya ini tentang siapa?
Ini tentang ayah ibuku ….

Ayah dan Ibuku..
Dua orang terbaik dalam hidupku yang selalu memberikan senyuman dan pelukan hangat..

Ayah..Ibu..
Terkadang aku membisu saat ingin berucap terimakasih pada kalian,
Aku membisu bukan karena tak ingin berucap,
Tapi aku membisu karena aku tau bibirku ini tak akan sanggup mengucapkan berapa banyak ucapan terimakasih ku kepada kalian

Ayah..Ibu..
Terkadang aku lupa berapa banyak jasa yang telah kalian berikan padaku
Aku lupa bukan berarti aku tak ingat jasa kalian,
Tapi aku tak sanggup lagi mengingat berapa jumlah angka yang dapat menunjukkan jumlah jasa kalian kepadaku

Ayah..Ibu..
Maafkan aku jika masih ada tindakanku yang membuat kalian kembali menitikkan air mata kalian
Tak pernah sedikitpun terlintas di kepalaku membuat kalian menangis karenaku
Aku selalu berjanji pada diriku sendiri untuk selalu berusaha membuat kalian tersenyum

Foto itu memang sudah usang dimakan waktu,
tapi foto kalian di hatiku tak akan pernah usang dimakan waktu

Iklan