Hari itu tidak seperti hari selasa yang seperti biasanya. Hari itu menjadi hari selasa yang spesial karena hari ini dipenuhi oleh banyak senyuman. Senyummu, senyumnya, senyumku, senyum kita semua…:) *kok jadi kayak iklan ya..:D

Kembali pada si topik

Yap..topik hari ini adalah senyum. Hari ini saya niatkan untuk pergi ke RSUD terdekat untuk mengurus surat kesehatan dan segala macamnya yang saya butuhkan untuk memenuhi salahsatu persyaratan cpns yang mungkin tidak perlu saya sebutkan.

Perjalanan saya kali ini dimulai dengan niat untuk keluar dari  ruangan ber-AC dan harus berjuang untuk mencari angkutan umum menuju RSUD terdekat. Kenapa saya menyebutnya berjuang? Karena niat untuk keluar dari ruangan ini merupakan hal tersulit yang akan saya lakukan hari ini. Menatap matahari yang berjuang amat keras menyinari bumi kita inipun membuat saya ikut berjuang keras melawan semua rasa malas untuk beranjak dari tempat ber-AC yang sangat nyaman ini.”Harus pergi sekarang!!”, ucapku menyemangati diri sendiri dalam hati. Saya mulai beranjak dari kursi, menyeret badan keluar gedung sambil menyapa matahari yang bersinar sangat terik.

Perjalanan menuju RSUD itu terasa cukup mengeluarkan beberapa kalori di badan ini karena suasana di dalam angkutan umum ini terasa seperti suasana di dalam sauna. Setengah jam berlalu dan akhirnya sampailah saya di RSUD itu. Setelah turun dari angkutan itu, saya merasa seperti anak hilang disini. Di tengah keramaian lalu lalang orang-orang saya celingukan mencari petunjuk dimana saya bisa mendapatkan surat tanda sehat itu. Kalau di dongeng-dongeng pahlawan seorang putri bisa diandaikan seperti pangeran berkuda putih, maka disini seorang satpam sudah menjelma bagaikan seorang pangeran berkuda putih di mata saya. Dengan keringat yang masih terus mengucur, sayapun menghampiri si pangeran..eh si satpam maksudnya..Dan ia memberikan petunjuk jalan seperti ini,”Mbak lurus aja..nanti ke kanan terus masih lurus..abis itu ke kanan..terus ke kiri..lurus dikit..ke kiri lagi..nanti ada loket 8 disana..” Waktu itu rasanya saya ingin menggambar petunjuk bapak itu, tapi apa daya kertaspun tak saya bawa, dan akhirnya saya terus berjalan sambil berbekalkan satu pesan dalam hati,”Malu bertanya sesat di jalan..daripada sesat di rumah sakit gini malah nyasar kemana-mana..mending nanya melulu deh..” 😀

Saya sudah berusaha sekuat tenaga mengingat petunjuk tadi, tapi entah kenapa loket 8 itu masih abstrak keberadaannya. Saya ingat kok bentuk angka 8 bagaimana, dan saya yakin belum melihat loket itu. Lelah itupun mulai saya rasakan. Saya benar-benar tersesat disini. Kembali saya menanyakan hal yang sama ke salahsatu suster yang melewati saya. Dan perjalanan saya yang melelahkan itupun mulai tak terasa melelahkan darisini, ketika saya bertanya arah jalan dan susternya dengan ramah menjelaskan sambil tersenyum. Ah..andai saya bisa memunculkan jempol seperti yang biasa tampil di facebook maka saya akan memberikan jempol saya sambil berkata LIKE THIS kepada suster itu..:)

Satu senyuman hari ini dan bisa membuatku sedikit melupakan lelahku. Kembali kususuri koridor-koridor itu dan akhirnya saya kembali tersesat..:(( Lagi-lagi saya bertanya kepada suster yang lewat sambil mengharapkan senyuman yang sama. Eh tapi saya berhenti berharap karena dia hanya menjelaskan,”Ke Loket 8 ajah mbak..” dan tanpa babibu dia langsung berjalan kembali. Dan saya?Terpaku, makin bingung. Tapi setelah itu saya pantang menyerah dan mencari tempat terdekat untuk bertanya. Alhamdulillah, di tempat itu saya lagi-lagi disuguhkan senyuman 🙂

Perjuangan saya menemukan loket 8 pun berakhir dan akhirnya saya mendapatkan kejelasan nasib untuk proses-proses selanjutnya. Dan kalian tau apa? Mulai dari pendaftaran, proses pemeriksaan tensi, berat badan, buta warna, pemeriksaan dokter, sampai ke fotokopi untuk legalisir surat sehat semuanya dihiasi oleh senyum dan keramahan mereka. Sampai akhirnya selesai sudahlah perjuangan pencarian surat sehat saya hari ini. Saatnya kembali ke ruang AC itu.

Saat saya berjalan kembali mencari angkutan saya baru merasakan ternyata badan saya sudah mengeluarkan keringat lebih dari sauna semalam..*lebay:D Tapi lelah itu sama sekali tak terasa. Ketika saya coba berfikir ulang lagi, saya baru menyadari ketika semua yang kita kerjakan itu dilakukan dengan ikhlas dan dengan ditemani senyuman kita serta senyuman di sekeliling kita, maka semuanya akan terasa lebih ringan. 🙂

Satu pesan saya hari ini
Tersenyumlah sebanyak-banyaknya hari ini dengan ikhlas, karena senyuman merupakan salah satu kepingan puzzle untuk menyempurnakan setiap hari-harimu dan orang-orang disekitarmu
P.S : Yang baca postingan ini doain saya lulus ya di cpns yang saya perjuangkan ini..:D
Iklan