Pensil dan penghapus itu sudah tergeletak di atas mejaku

Kuambil sebuah kertas kosong, kemudian dengan pensil itu aku mulai menuliskan

Agustus 2006 — Lulus UAN
September 2006 — Kuliah di UNB
Maret 2007 — Menjadi mahasiswa terbaik di semester pertama

….

Impian-impian dan rencana-rencana hidupku mulai kutuliskan disana
Mungkin kertas ini nantinya akan disebut “Peta Hidupku”

Usai menulis semuanya, kutempel di dinding dekat meja belajarku

Aku berharap dengan kutuliskan semua itu, akan membangkitkan semangatku untuk berusaha mencapai apa yang telah aku rencanakan

Semuanya benar..
Setiap kali aku duduk di meja belajar, aku melihat kertas itu
Semangatku terbakar, meski tak jarang juga semangatku menurun saat ternyata apa yang terjadi di hidupku tak persis seperti apa yang aku cantumkan disana
Tapi aku slalu meyakinkan diriku kembali dengan berkata dalam hati,”Aku sudah berencana dan aku sudah berusaha”

Kita memang mempunyai pensil dan penghapus untuk menuliskan rencana-rencana kita
Tapi bukan hanya kita sendiri yang memiliki pensil dan penghapus itu
Tuhan pun mempunyai pensil dan penghapus-Nya sendiri
Ketika Tuhan menggunakan penghapus-Nya untuk menghapus rencana kita, pasti Ia akan menggunakan pensil-Nya untuk menuliskan kembali rencana yang lebih indah dari-Nya

Karena Tuhan tau apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan

ps:inspired by cetingan dr Dinni …=)

Iklan