Kumainkan kursi ayunan ini dengan kakiku sendiri

Ayunan pertama masih rendah
Kakiku masih bisa menapak

Ayunan kedua, aku menikmati semilir angin yang meniupku

Ayunan ketiga mulai meninggi
Tiga kali ayunan rasanya belum cukup untukku
Rasanya masih ingin aku mengetahui rasanya mengayun lebih tinggi lagi

Ayunan keempat rasanya aku sudah mulai terbang
Bahkan kakikupun mulai tak menapak dengan benar ketika menyentuh tanah

Tapi itu tak menghentikan keinginanku untuk terus bermain disini

Ayunan kelima mulai membuat jantungku berdebar kencang
Ayunan ini mulai tak terkendali
Bahkan kakikupun tak sanggup menghentikan ayunan ini
Aku mulai merasa panik
Aku mencoba mencari pegangan lain untuk menghentikannya
Akhirnya aku memegang tiang ayunan itu

Setelah itu,”Braaakkkk…”

Aku terjatuh
Aku tersungkur dari ayunan itu
Aku terduduk dan menangis sambil berkata,”Sakit…”

Sakit ini bukan sakit yang kurasakan ketika badanku terhempas ke tanah
Sakit ini bukan pula sakit yang kurasakan saat tanganku mencoba bertahan pada tiang dan akhirnya terjatuh juga
Bahkan sakit ini juga bukan sakit pada luka yang diderita kakiku karena terjatuh disini

Ini sakit yang kurasa ketika aku tersadar bahwa kamu tak lagi ada disini menjagaku agar aku tak terjatuh dari ayunan ini

Iklan