April 2010


Menunggu..
Biasanya menunggu itu membosankan
Tapi menunggumu tak pernah membuatku bosan
Menunggumu membuatku belajar menghitung dengan cepat
Menghitung detak jantungku yang berdebar makin kencang saat menunggumu

Melamun..
Biasanya kita tidak boleh melamun
Saat melamun fikiran kita kosong
Tapi izinkan aku melamun ya kali ini
Aku berjanji fikiranku tak akan kosong, tapi justru akan dipenuhi semua bayang-bayangmu

Menangis..
Biasanya menangis itu menyedihkan
Tapi menangis di sampingmu tak pernah membuatku merasa itu menyedihkan
Menangis di sampingmu membuatku lega
Menangis di sampingmu membantuku meluapkan dan melupakan semua sedihku itu

Tertawa..
Dan mungkin tertawa itu hal yang biasa
Ketika teman-temanku bercanda, aku tertawa
Ketika aku menonton acara humor di televisi, akupun tertawa
Tapi tertawa denganmu bukan hal yang biasa
Tawa yang tak biasa ketika hatikupun ikut tertawa dan berbunga-bunga

Hari inipun mungkin hari yang biasa
Bukan hari libur, hari raya atau bahkan hari ulang tahunku
Tapi hari ini menjadi tidak biasa ketika aku melewatinya bersamamu

Mungkin hanya ada satu alasan yang membuat semua ini menjadi tak biasa

Karena kamu bukan seseorang yang biasa tapi kamu seseorang yang istimewa untukku

Iklan

Doaku untuknya hari ini ..

Ya Tuhan biarkan ia mendapatkan sinar yang sempurna dari sang matahari di pagi ini
Agar ia bisa membagi sinar itu bersama orang-orang yang berada di sekitarnya

Ya Tuhan bahagiakan dia
Karena senyuman di wajahnya itu cukup bisa membuatku ikut tersenyum hari ini

Ya Tuhan hilangkan semua lelah dan penatnya
Jika lelah itu masih tersisa, tolong bagi lelahnya itu denganku agar aku bisa tetap berbagi walau dalam lelahnya

Dan yang terakhir …

Ya Tuhan tolong jaga hatinya dan hatiku
Agar cinta kami tidak melebihi cintaku dan cintanya kepadaMu

Terlalu banyak waktuku yang kuhabiskan untuk bekerja hari ini
Tapi aku masih menyisakan waktuku untuk menatap handphone-ku dan berharap ada namamu yang muncul disitu menghubungiku

Terlalu banyak yang harus kuketik hari ini
Tapi aku masih bisa mengetik sepatah dua patah kata untuk menanyakan kabarmu

Terlalu banyak kata yang keluar dari mulutku hari ini
Tapi aku tak pernah merasa lelah untuk sekedar meneleponmu dan mengingatkanmu atas beberapa hal yang terkadang kau lupakan

Mungkin hari ini memang terlalu melelahkan untukku
Aku hanya butuh sedikit hal untuk menghilangkan semua lelahku ini
Aku tak butuh banyak hal darimu, aku hanya membutuhkan satu hal saja darimu yang sedang jauh disana

Garis lengkung di mukamu itulah yang aku butuhkan
Sepulangnya kau darisana nanti, sebelum kau sampaikan lelahmu juga padaku

“Tolong sisakan sedikit saja senyum itu untukku ya…”
Untuk menghilangkan semua lelahku ini..:)

Pensil dan penghapus itu sudah tergeletak di atas mejaku

Kuambil sebuah kertas kosong, kemudian dengan pensil itu aku mulai menuliskan

Agustus 2006 — Lulus UAN
September 2006 — Kuliah di UNB
Maret 2007 — Menjadi mahasiswa terbaik di semester pertama

….

Impian-impian dan rencana-rencana hidupku mulai kutuliskan disana
Mungkin kertas ini nantinya akan disebut “Peta Hidupku”

Usai menulis semuanya, kutempel di dinding dekat meja belajarku

Aku berharap dengan kutuliskan semua itu, akan membangkitkan semangatku untuk berusaha mencapai apa yang telah aku rencanakan

Semuanya benar..
Setiap kali aku duduk di meja belajar, aku melihat kertas itu
Semangatku terbakar, meski tak jarang juga semangatku menurun saat ternyata apa yang terjadi di hidupku tak persis seperti apa yang aku cantumkan disana
Tapi aku slalu meyakinkan diriku kembali dengan berkata dalam hati,”Aku sudah berencana dan aku sudah berusaha”

Kita memang mempunyai pensil dan penghapus untuk menuliskan rencana-rencana kita
Tapi bukan hanya kita sendiri yang memiliki pensil dan penghapus itu
Tuhan pun mempunyai pensil dan penghapus-Nya sendiri
Ketika Tuhan menggunakan penghapus-Nya untuk menghapus rencana kita, pasti Ia akan menggunakan pensil-Nya untuk menuliskan kembali rencana yang lebih indah dari-Nya

Karena Tuhan tau apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan

ps:inspired by cetingan dr Dinni …=)

Kumainkan kursi ayunan ini dengan kakiku sendiri

Ayunan pertama masih rendah
Kakiku masih bisa menapak

Ayunan kedua, aku menikmati semilir angin yang meniupku

Ayunan ketiga mulai meninggi
Tiga kali ayunan rasanya belum cukup untukku
Rasanya masih ingin aku mengetahui rasanya mengayun lebih tinggi lagi

Ayunan keempat rasanya aku sudah mulai terbang
Bahkan kakikupun mulai tak menapak dengan benar ketika menyentuh tanah

Tapi itu tak menghentikan keinginanku untuk terus bermain disini

Ayunan kelima mulai membuat jantungku berdebar kencang
Ayunan ini mulai tak terkendali
Bahkan kakikupun tak sanggup menghentikan ayunan ini
Aku mulai merasa panik
Aku mencoba mencari pegangan lain untuk menghentikannya
Akhirnya aku memegang tiang ayunan itu

Setelah itu,”Braaakkkk…”

Aku terjatuh
Aku tersungkur dari ayunan itu
Aku terduduk dan menangis sambil berkata,”Sakit…”

Sakit ini bukan sakit yang kurasakan ketika badanku terhempas ke tanah
Sakit ini bukan pula sakit yang kurasakan saat tanganku mencoba bertahan pada tiang dan akhirnya terjatuh juga
Bahkan sakit ini juga bukan sakit pada luka yang diderita kakiku karena terjatuh disini

Ini sakit yang kurasa ketika aku tersadar bahwa kamu tak lagi ada disini menjagaku agar aku tak terjatuh dari ayunan ini

Kubuka kembali album itu
Album yang sudah mulai usang dengan ukiran tulisan love di depannya
Aku tersenyum membacanya

Kubuka lembar demi lembar album itu
Senyummu, tawa kita, semua itu kita abadikan dalam sebuah gambar
Gambar-gambar yang kita simpan dalam album ini
Mungkin gambar yang akan membuat kita tertawa di kala tua nanti
Jangankan tua nanti, saat ini saja aku sudah tersenyum2 sendiri saat dibuatnya

Kubuka lembaran terakhir
25 Februari 2006
Kutatap kalender yang berdiri di sampingku
14 April 2010

Semua cerita di album ini berhenti sampai disitu
Tapi aku bersyukur senyum dan tawa kita tidak berakhir di tanggal, bulan dan tahun itu
Senyum dan tawa itu masih ada sampai sekarang

Dulu kita berfikir kita bisa mengabadikan semuanya di dalam album ini
Tapi ternyata kita salah
Ternyata album ini hanya bisa menyimpan tawa dan senyum kita

Tangisanku
Tak pernah terfikirkan sedikitpun olehku untuk memfoto diriku atau dirimu saat menangis dan meletakkan foto itu di album ini

Amarah kita
Kitapun tak pernah menginginkan orang lain mengabadikan momen-momen itu dan meletakkannya juga di album ini

Tanpa kita sadari kita sudah mempunyai album kita sendiri
Hati kita ini adalah albumnya
Saat senang, bahagia, tangis, dan emosi
Semua tersimpan dengan rapi disini
Di hatiku dan juga di hatimu

Album itu berakhir tahun 2006 lalu
Tapi album ini, album yang ada di hati kita, aku berharap bisa berakhir sampai nanti

Sampai kututup mataku
Sampai jantungku sudah tak berdetak lagi
Sampai kuhembuskan nafas terakhirku di sisimu sebagai pendampingmu
Dan sampai kututup semua ini dengan senyuman terbaikku karena album kita ini sudah terisi warna-warni potret kehidupanku bersamamu

Kulihat ia sedang menggenggam sebuah benda

Benda itu digenggamnya dengan sangat lembut

Ia terlihat sangat menjaga benda di tangannya itu

Meskipun terkadang aku melihatnya memainkan benda itu

Terkadang dibuatnya benda itu terbang ke atas

Kemudian sesekali tiba-tiba benda itu terjatuh

Terbanting dengan kerasnya

“Duuuhh…”, ucapku ketika benda itu terjatuh

Sesaat kemudian ia tersadar telah membuat benda itu jatuh

Aku melihat ada raut menyesal di wajahnya

Tiba-tiba dia kembali memungut benda yang telah terjatuh itu

Dia mengambil benda itu dengan perlahan dan sangat hati-hati

Setelah itu ia bersihkan debu-debu yang telah mengotori benda itu

Dari sikapnya itu aku tau kalau

Dia tau itu benda berharga..

Dia juga tau benda itu sangat penting..

Ya mungkin dia hanya kurang tau cara menjaga benda itu saja

Mungkin sebenarnya dia tidak pernah berniat menjatuhkan benda itu

Mungkin benda itu terjatuh tanpa ia sengaja

Tapi tak sadarkah ia jika setiap kali benda itu terjatuh, aku slalu menitikkan air mata?

Atau ia menyadarinya dan bahkan merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan?

Aku berkata dari kejauhan sambil berbisik,

“Tolong katakan padaku apa maumu..”

Aku disini tak hanya diam dan memperhatikan kau dengan benda itu saja

Aku ikut merasakan apa yang benda itu rasakan ketika ia di atas, di genggamanmu atau bahkan ketika ia terjatuh

Dan setiap kali benda itu terjatuh aku menjerit,

” Hei…Tolong jaga benda itu..Jangan biarkan ia terjatuh lagi..Jaga ia…Karena itu HATIKU…”

Laman Berikutnya »