Tangannya yang kuat itu..

Dulu selalu menjagaku agar aku tidak terjatuh

Derap kaki itu..

Dulu yang selalu kunantikan di pintu depan rumahku

Engkau pulang dengan badan yang letih setelah  berjuang seharian

Namun kau tetap terlihat gagah di mataku

Anggukannya itu ..

Pertanda kau mengiyakan semua inginku

Semuanya, semua inginku tanpa kecuali yang kau penuhi

Agar kau bisa membuatku tersenyum senang

Pelukan itu ..

Membuatku merasa tenang saat aku merasa ketakutan

Dan semua sikapnya itulah sekarang yang membuatku tertunduk malu disini..

Ayah,,

Dulu tanganmu yang kuat itu terus mencoba menjagaku agar tidak terjatuh

Tapi sekarang ketika tanganmupun mulai merapuh aku masih belum bisa menjagamu

Aku masih membuatmu terjatuh berulang kali karena ulahku

Ayah,,

Ketika dulu derap kakimu itu yang selalu kunanti

Tapi sekarang semua itu terbalik

Ketika badanmu itu sudah tidak bisa berdiri setegap dulu kala

Kubuat kau yang menungguku dengan penuh rasa khawatir di pintu itu

Menungguku pulang setelah aku lelah bermain di luar sana

Ibu,,

Anggukanmu yang selalu menuruti segala inginku

Karena engkau menginginkan senyuman itu terus terlukis di mukaku yang mungil itu

Tapi sekarang ketika keinginanmu terucap dan itu tidak sesuai dengan inginku

Aku menolaknya mentah-mentah dengan suaraku yang keras

Senyuman yang dulu terukir di muka mungilku ketika engkau selalu menganggukkan kepalamu itu

Sekarang kubalas dengan mengacuhkan semua permintaanmu

Tanpa melihat bahwa air mata itu sudah membasahi pipimu karenaku

Ibu,,

Ketika aku dulu merasa takut, engkau selalu memelukku erat

Membuatku merasa tenang

Dan sekarang ketika engkau masih ingin memelukku erat

Hanya sekedar untuk berkata, “Hati-hati nak..”

Aku tidak menyambutnya

Bahkan terkadang aku berlari sambil berkata,”Mah,,saya sudah besar..”

Dan aku meninggalkanmu yang masih menatapku disana sambil berkata,”Ibu..hanya ingin memelukmu sebentar saja nak seperti dulu..Hati-hati nak..”

Ayah..Ibu..

Aku malu

Tapi apa ada gunanya sekarang jika aku hanya tertunduk sambil berkata,”Aku Malu..”?

Apa itu bisa mengembalikan senyum di wajahmu?

Kesempatan itu masih ada..

Kesempatanku untuk menjaganya dengan tanganku

Kesempatanku untuk membantu menopang badannya yang sudah mulai termakan usia itu

Kesempatanku untuk menuruti inginmu dan melukiskan kembali senyuman itu pada wajahmu

Kesempatanku untuk membalas pelukanmu dan menunjukkan betapa aku menyayangimu

Aku akan berusaha..

Bukan hanya menundukkan kepalaku dan berkata “Aku Malu”

Tapi aku akan berusaha untuk mengangkat kembali kepalaku dengan menggunakan semua kesempatan yang masih ada itu

Dan menatap Ayah dan Ibuku yang kembali tersenyum melihatku..

ps:makasiy bwat orang yang udah menginspirasi..yang namanya tidak mau disebutkan disini..Andika Pratama Putra..:P tengkiuuu…

Kembali Ke HOME

Iklan