Eh,,si lisa nikah minggu depan..“ucapku sambil menegur teman2ku yang sedang asik bercanda di tempat makan favorit kami..

Wahh,,,lisa nikah??hmm,,terus lu kapan??” tanya rio sambil bercanda dan menatapku dengan penasaran

Dan aku??Hanya tersenyum simpul…

Sebulan kemudian, kembali ada undangan datang kepadaku..dan aku lagi-lagi harus menyampaikan pesan undangan ini ke teman-temanku

Keesokan harinya, saat kita berkumpul aku menarik nafas panjang dan kemudian berkata,”Oii…undangan lagi niy..sekarang Indah yang nikah..kita diundang niy..

Semua mata langsung menuju padaku..

Dan apa kalian tau kenapa sebelum menyampaikan berita ini aku sampai menarik nafas panjang?

Bulan lalu lisa…skarang Indah..terus kalian kapannn??
Yappp…pertanyaan inilah yang membuatku menarik nafas panjang..aku sudah menebak pertanyaan ini akan meluncur dr salahsatu mulut mereka…

Mendengar pertanyaan itu, aku hanya tersenyum simpul kembali sambil menatap Ilham..

Dan Ilham?Dia malah asik bermain dengan handphone nya tanpa memperdulikan pertanyaan yang lain..

Ya..itu pertanyaan yang paling sering kudengar akhir-akhir ini..Kalau kalian perlu tau jumlahnya..tampaknya jariku inipun sudah tak cukup digunakan untuk menghitung berapa kali pertanyaan ini meluncur dari mulut teman-temanku..dan sekian kali itupun senyum simpul selalu tergambar di wajahku..

Hmm..
Aku tau..banyak orang yang berkata menikah itu menyempurnakan sebagian agama
Aku tau..banyak orang yang berkata nikah itu indah
Aku tau..mungkin banyak orang yang berfikir pacaran terlalu lama itu tidak baik
Akupun tau..mungkin beberapa orang berfikir bahwa Ilham yang kurang perduli dengan hal ini sehingga dia membuatku terus menunggu tanpa batas waktu..

Semua yang mereka fikir itu mungkin benar..
Tapi tidak benar dengan apa yang mereka fikirkan tentang Ilham..

Mereka berfikir aku terlalu sabar
Tapi mungkin mereka salah..
Sabar saja tidak cukup..tapi juga dibutuhkan keikhlasan dan pengertian
Dan aku masih belajar untuk sabar,ikhlas dan mengerti

Mereka berfikir Ilham tidak pernah berfikir ke arah sana
Tapi mungkin mereka salah..
Ilham berfikir..berfikir keras menurutku..tapi mungkin memang masih ada beberapa persoalan yang harus difikir lebih jauh..

Mereka berfikir kami tidak berusaha menuju ke arah sana
Tapi mereka juga salah…
Kami merencanakan..kami berusaha..tapi kembali lagi Tuhan yang menentukan

Mungkin terkadang aku dan Ilham lelah mendengar pertanyaan itu..

Tapi kami tak akan pernah lelah berencana dan berusaha..
untuk mendapatkan

BINGKISAN UNTUK KAMI

dari Tuhan..

Kembali Ke HOME

Iklan